Daily Scrum Bukanlah Status Report Meeting



By
Aria Wardhana
03 April 18
0
comment

Daily Scrum Bukanlah Status Report Meeting

Di akhir Maret 2018, saya melakukan sharing session pada salah satu Agile/Scrum Meetup yang di inisiasi oleh komunitas Agile Circles Indonesia. Ketika sampai pada bahasan Daily Scrum sebagai salah satu event pada scrum, salah satu peserta antusias berdiri kemudian bertanya serius “ Kenapa disebutkan Daily Scrum bukan status report, kan setiap anggota dari tim development jelas-jelas menyampaikan apa yang telah dikerjakan, apa yang sedang dikerjakan, dan termasuk masalah yang dihadapi…?

Menelaah pertanyaan diatas ( mungkin lebih mengarah ke statement ya 😀 ), ini common disampaikan atau bahkan itulah yang sedang dilakukan oleh sebagian besar tim scrum. Daily Scrum menjadi event dimana tiap anggota tim fokus untuk mengupdate status pekerjaan mereka ke Scrum Master bukan apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan. Tim development, terutama tim yang baru, sering jatuh kedalam perangkap bahwa daily scrum adalah simple status reporting meeting …. terlebih jika mereka berada dalam organisasi yang sedang dalam transisi dari organisasi yang struktural dan chain of command ke organisasi yang agile.

Jika kita merujuk ke scrumguide.org, jelas dikatakan tentang Daily Scrum sebagai berikut:

“The daily scrum is a 15-minutes time-boxed event for the Development Team. The Daily Scrum is held every day of the Sprint. At it, the Development Team plans work for the next 24 hours. This optimizes team collaboration and performance by inspecting the work since the last Daily Scrum and forecasting upcoming Sprint work. The Daily Scrum is held at the same time and place each day to reduce complexity.

The Development Team uses the Daily Scrum to inspect progress toward the Sprint Goal and to inspect how progress is trending toward completing the work in the Sprint Backlog. The Daily Scrum optimizes the probability that the Development Team will meet the Sprint Goal. Every day, the Development Team should understand how it intends to work together as a self-organizing team to accomplish the Sprint Goal and create the anticipated Increment by the end of the Sprint”,

dimana bisa kita simpulkan bahwa tujuan Daily Scrum adalah untuk

  • Inspect dan adapt progress development terhadap sprint goal
  • Sinkronisasi pekerjaan dan mengumpulkan implediment bukan sebagai problem solving meeting.
  • Tim development membuat rencana untuk 24 jam kedepan

Disampaikan juga bahwa event harian ini dilakukan dalam 15 menit time-box yang secara konsiten dilaksanakan di tempat dan waktu yang sama (ingat “the consistency reduces complexity”). Namun disini perlu diingat bahwa tim dibebaskan untuk menentukan bagaimana cara melakukannya apakah dengan menggunakan pertanyaan atau berdasarkan diskusi asalkan tujuan diatas dapat tercapai.

Daily Scrum sebagai event internal dilakukan oleh tim development dan untuk tim development, jikapun Scrum Master hadir disana, Scrum Master hanya mengajarkan tim development untuk melakukan Daily Scrum dalam 15 menit time-box dan memastikan tidak ada gangguan jika dihadiri oleh pihak lain.

Bisa kita lihat disini bahwa event Daily Scrum bukan merupakan update status kepada Scrum Master ataupun kepada pihak lain sehingga sangat tidak tepat jika dikatakan Daily Scrum adalah status report meeting. Dan dikarenakan di dalam Scrum framework tidak dikenal adanya hirarki dan command of chain, maka semua role bertanggung jawab bersama untuk menghasilkan incremental ready produk, sehingga tidak ada kewajiban dari tim development harus melapor atau bertanggung jawab baik kepada Product Owner apalagi kepada Scrum Master.  Alasan lain Daily Scrum bukan status report adalah satu user story atau tasks pada sprint backlog tidak pernah menjadi kepunyaan individu dari tim development melainkan tetap dimiliki secara kolektif karena value yang dipromosikan adalah kolaborasi tim dengan mental self organize dan cross-functional.

Pada akhirnya, alih-alih hanya memberikan update status terhadap progress yang sedang berlangsung, dengan semangat transparansi dan keterbukaan, tim development bisa saling sharing kemudian menggali lebih dalam rencana aktual dan pekerjaan mereka serta menemukan kesempatan untuk melakukan sinkronisasi dan berkolaborasi lebih efektif agar bisa melakukan adaptasi secepatnya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa daily scrum jelas bukanlah sebuah report status meeting, tetapi sebagai event, daily scrum merupakan sebuah planning kolaborasi meeting untuk menginspeksi perkembangan development agar tim bisa melakukan sinkronisasi dan adaptasi secepatnya agar sprint goal tetap tercapai.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>